LA M1 2
1. Prosedur [kembali]
- Siapkan seluruh komponen yang dibutuhkan.
- Rangkai komponen sesuai dengan gambar yang ada di modul.
- Pastikan semua koneksi sudah sesuai, tidak ada kabel yang longgar atau terbalik.
- Buka software STM32CubeIDE lalu lakukan konfigurasi pin pada STM untuk menentukan GPIO input dan GPIO output
- Masukan Program ke dalam software STM32CubeIDE lalu build untuk memastikan tidak ada program yang error
- Hubungkan board STM32 ke komputer, lalu lakukan pemrograman sesuai dengan flowchart yang telah dibuat.
- Setelah program berhasil di-upload, silahkan run untuk memastikan logika dan rangkaian sudah benar.
2. Hardware dan Diagram Blok [kembali]
- STM32 NUCLEO-G474RE
- Infrared Sensor
- Buzzer
- Push Button
- LED RGB
- Resistor
- Switch
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Rangkaian ini menggunakan dua sensor utama, yaitu flame sensor untuk mendeteksi adanya api dan float sensor untuk mendeteksi ketinggian air (level tangki), yang semuanya dikendalikan oleh mikrokontroler STM32 Nucleo. Float sensor berfungsi untuk menentukan apakah tangki sudah penuh atau belum, sedangkan flame sensor berfungsi sebagai sistem pengaman ketika terjadi kebakaran. Dalam kondisi normal, ketika tidak ada api terdeteksi oleh flame sensor, sistem akan bekerja berdasarkan float sensor. Jika tangki belum penuh, maka mikrokontroler akan mengaktifkan relay sehingga pompa air menyala untuk mengisi tangki. Sebaliknya, jika tangki sudah penuh, maka relay akan dimatikan sehingga pompa berhenti bekerja.
Namun, sistem ini dilengkapi dengan fitur pengaman prioritas. Ketika flame sensor mendeteksi adanya api, mikrokontroler akan langsung memberikan perintah untuk mematikan relay tanpa memperhatikan kondisi tangki. Hal ini menyebabkan pompa air langsung berhenti meskipun tangki belum penuh. Tujuannya adalah untuk mencegah potensi bahaya yang lebih besar, seperti kerusakan sistem atau risiko kebakaran yang semakin meluas.
4. Flowchart dan Listing Program [kembali]
5. Video Demo [kembali]
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika flamesensor mendeteksi api meskipun tangki belum penuh maka pompa langsung mati sebagai sistem pengaman
7. Video Simulasi [kembali]
1. Pengaruh pemilihan GPIO
Pemilihan GPIO pada STM32 sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem karena setiap pin memiliki fungsi dan karakteristik tertentu, seperti kemampuan input/output, pull-up/pull-down, dan arus maksimum. Jika pemilihan pin tidak sesuai, maka sensor bisa tidak terbaca dengan benar atau aktuator tidak bekerja optimal. Oleh karena itu, pemilihan GPIO harus disesuaikan dengan kebutuhan rangkaian dan konfigurasi program.
2. Program deklarasi pin I/O pada STM32
Deklarasi pin I/O pada STM32 dilakukan melalui inisialisasi GPIO dengan menentukan pin, mode (input atau output), serta konfigurasi tambahan seperti pull resistor dan kecepatan. Proses ini penting agar mikrokontroler mengetahui fungsi masing-masing pin sehingga dapat digunakan untuk membaca sensor atau mengendalikan perangkat output dengan benar.
3. Analisa proses input dan output STM32
STM32 bekerja dengan membaca sinyal input dari sensor dalam bentuk logika HIGH atau LOW, kemudian memprosesnya menggunakan logika program, dan menghasilkan output sesuai kondisi tersebut. Misalnya pada percobaan, saat sensor aktif maka mikrokontroler akan mengirim sinyal untuk menyalakan LED atau buzzer, sehingga terjadi proses input–proses–output secara berurutan.
4. Pengaruh perubahan main.h terhadap main.c
Perubahan pada file main.h akan mempengaruhi main.c karena file tersebut berisi definisi pin dan konfigurasi yang digunakan secara global. Jika terjadi perubahan pada pin atau port di main.h, maka seluruh penggunaan di main.c akan ikut berubah tanpa perlu mengedit banyak bagian kode, sehingga mempermudah pengelolaan program.
5. Analisa metode pendeteksian input STM32
Metode pendeteksian input pada percobaan menggunakan teknik polling, yaitu pembacaan kondisi pin secara terus-menerus dalam loop program. Metode ini sederhana dan mudah diterapkan, namun kurang efisien untuk sistem yang membutuhkan respon cepat karena mikrokontroler harus terus memeriksa kondisi input.
6. Kelebihan mikrokontroler dibanding rangkaian logika
Mikrokontroler memiliki kelebihan dibanding rangkaian logika karena lebih fleksibel, mudah diprogram ulang, dan mampu menangani banyak fungsi dalam satu sistem. Selain itu, mikrokontroler dapat mengolah data, memberikan delay, serta mengontrol berbagai perangkat sekaligus, sedangkan rangkaian logika cenderung kaku dan sulit dimodifikasi
- Download Datasheet Touch Sensor (klik disini)
- Download Datasheet Infrared Sensor (klik disini)
- Download Datasheet Resistor (klik disini)
- Download Datasheet LED (klik disini)
- Download Datasheet Buzzer (klik disini)





Komentar
Posting Komentar